X Corp dan SpaceXAI, perusahaan yang berada di bawah kendali Elon Musk, mencabut gugatan antimonopoli atau antitrust mereka terhadap Apple di pengadilan federal Amerika Serikat.
Gugatan tersebut sebelumnya menuduh Apple bekerja sama dengan OpenAI untuk menghambat persaingan di pasar smartphone dan chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI).
Dalam pengajuan ke pengadilan pada 14 September 2026, X Corp dan SpaceXAI menyatakan telah menyelesaikan klaim mereka terhadap Apple dan meminta pengadilan menghapus gugatan tersebut secara permanen. Apple tidak menentang permintaan tersebut.
Namun, pengajuan tersebut tidak menjelaskan alasan di balik keputusan itu dan tidak mengungkap apakah Apple dan perusahaan Musk mencapai kesepakatan tertentu, termasuk mengenai pembayaran atau bentuk penyelesaian lainnya.
Yang pasti, pencabutan tersebut tidak berlaku untuk OpenAI. X Corp dan SpaceXAI tetap mempertahankan seluruh klaim mereka terhadap OpenAI dalam perkara yang sama.
Awal Perselisihan Apple dan Musk
Gugatan tersebut diajukan pada 2025 dan berpusat pada hubungan Apple dengan OpenAI.
X dan SpaceXAI menuduh Apple memberikan keuntungan kepada ChatGPT dengan mengintegrasikan chatbot milik OpenAI ke dalam fitur Apple Intelligence. Menurut tuduhan dalam gugatan, integrasi tersebut membuat layanan AI pesaing, termasuk Grok milik xAI, berada pada posisi yang kurang menguntungkan.
Perusahaan Musk juga mempersoalkan perlakuan Apple terhadap aplikasi X dan layanan AI pesaing di App Store.
Apple dan OpenAI membantah melakukan pelanggaran. Apple sebelumnya menyatakan bahwa kemitraannya dengan OpenAI tidak bersifat eksklusif.
Dengan pencabutan klaim terhadap Apple, bagian sengketa tersebut kini berakhir. Namun, perkara terhadap OpenAI masih berjalan.
OpenAI Ingin Melihat Isi Kesepakatan
Perkembangan berikutnya justru membuat perkara tersebut kembali menjadi sorotan.
OpenAI meminta pengadilan memberikan akses terhadap kesepakatan rahasia antara X, SpaceXAI, dan Apple. OpenAI beralasan isi kesepakatan tersebut dapat berkaitan dengan pembelaannya dalam gugatan antitrust yang masih berjalan.
Pada 17 September, hakim federal AS Mark Pittman sempat memerintahkan X Corp dan SpaceXAI menyerahkan dokumen kesepakatan tersebut untuk diperiksa secara tertutup oleh pengadilan.
Namun, pada 18 September, hakim menolak permintaan OpenAI untuk mendapatkan akses terhadap isi kesepakatan tersebut.
Menurut laporan Reuters, pengadilan menilai dokumen yang diperiksa secara tertutup itu tidak relevan dengan persoalan yang harus diputus dalam tahap persidangan berikutnya. Dengan keputusan tersebut, isi kesepakatan antara perusahaan Musk dan Apple tetap dirahasiakan.
Gugatan terhadap OpenAI Tetap Berjalan
Meskipun Apple telah keluar dari perkara, X dan SpaceXAI masih mempertahankan gugatan terhadap OpenAI.
Perkembangan ini membuat perselisihan yang awalnya melibatkan Apple dan OpenAI kini berfokus lebih jauh pada hubungan antara perusahaan Musk dan OpenAI dalam persaingan industri AI.
Kasus tersebut juga memperlihatkan bagaimana persaingan teknologi AI tidak hanya berlangsung melalui pengembangan model dan produk, tetapi juga melalui distribusi, integrasi platform, dan akses pengguna.
Untuk saat ini, alasan sebenarnya di balik penyelesaian klaim antara X, SpaceXAI, dan Apple belum diketahui publik. Pengadilan juga mempertahankan kerahasiaan isi kesepakatan tersebut setelah menolak permintaan OpenAI untuk mengaksesnya.
