QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

Startup AI Sales Clay Raih US$115 Juta, Valuasi Tembus US$7,1 Miliar

Clay mengembangkan platform AI untuk membantu perusahaan mengotomatisasi proses penjualan, mulai dari pencarian prospek hingga pengelolaan data pelanggan. Pendanaan baru tersebut menjadi bagian dari ekspansi bisnis perusahaan di tengah meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas penjualan.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Minggu, 20 September 2026 • 19 menit baca
Startup AI Sales Clay Raih US$115 Juta, Valuasi Tembus US$7,1 Miliar

Startup kecerdasan buatan (AI) yang berfokus pada otomatisasi penjualan, Clay, berhasil memperoleh pendanaan sebesar US$115 juta. Putaran pendanaan tersebut meningkatkan valuasi perusahaan menjadi US$7,1 miliar, seiring dengan ekspansi bisnisnya di sektor teknologi penjualan dan pemasaran.

Pendanaan Series D yang diumumkan pada 9 September 2026 dipimpin oleh Wellington Management. Sejumlah investor sebelumnya turut berpartisipasi, termasuk Sequoia Capital, StepStone, Andreessen Horowitz (a16z), Meritech, DST Global, CapitalG, dan BoxGroup.

Valuasi Clay Meningkat Lebih dari Dua Kali Lipat

Pendanaan terbaru tersebut meningkatkan valuasi Clay menjadi US$7,1 miliar. Angka ini lebih dari dua kali lipat dibandingkan valuasi US$3,1 miliar yang dicapai perusahaan dalam putaran pendanaan pada Agustus 2025.

Kenaikan valuasi tersebut mencerminkan dukungan investor terhadap perkembangan Clay dalam menyediakan teknologi AI untuk kebutuhan penjualan dan pemasaran perusahaan.

Wellington Management menjadi pemimpin dalam putaran pendanaan terbaru. Perusahaan manajemen investasi tersebut bergabung dengan sejumlah investor lama Clay yang kembali memberikan dukungan terhadap ekspansi bisnis startup tersebut.

Clay Kembangkan Platform AI untuk Penjualan

Clay menyediakan platform go-to-market yang menggabungkan data pelanggan, otomatisasi alur kerja, serta agen AI untuk membantu tim penjualan dan pemasaran.

Platform ini memungkinkan pengguna mencari prospek berdasarkan karakteristik calon pelanggan, memperkaya data perusahaan, melakukan riset, serta mengotomatisasi proses pendekatan kepada calon pembeli.

Pengguna dapat memasukkan deskripsi target audiens melalui antarmuka percakapan untuk membantu menemukan prospek yang sesuai. Pendekatan tersebut dirancang untuk mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat proses identifikasi calon pelanggan.

Clay juga mengembangkan konsep GTM Engineers, yaitu sistem berbasis AI yang dirancang untuk mendukung aktivitas pertumbuhan bisnis, termasuk identifikasi calon pelanggan, riset pasar, dan pelaksanaan strategi pendekatan.

Jumlah Pelanggan Melampaui 17.000 Perusahaan

Clay menyebut platformnya telah digunakan oleh lebih dari 17.000 pelanggan. Perusahaan juga mengatakan bahwa penggunanya mencakup 80 persen perusahaan dalam daftar Forbes AI 50.

Sejumlah perusahaan teknologi yang disebut sebagai pengguna Clay antara lain Anthropic, Google, OpenAI, Stripe, ElevenLabs, Workday, dan Siemens.

Jumlah pelanggan tersebut menunjukkan bahwa Clay menargetkan perusahaan yang membutuhkan infrastruktur untuk mengelola proses penjualan dan pertumbuhan bisnis. Namun, jumlah pelanggan dan nama perusahaan yang disebutkan tidak secara otomatis menjelaskan besarnya kontribusi pendapatan dari setiap pelanggan.

Clay menyatakan bahwa pendapatannya mengalami pertumbuhan empat kali lipat sepanjang 2025. Perusahaan juga mengumumkan program beasiswa senilai US$1 juta untuk membantu melatih generasi baru go-to-market engineers.

AI Mulai Mengubah Proses Penjualan dan Pemasaran

Perkembangan Clay mencerminkan meningkatnya penggunaan AI dalam aktivitas business-to-business (B2B). Perusahaan dapat memanfaatkan AI untuk mengurangi pekerjaan manual dalam pencarian prospek, pengumpulan informasi pelanggan, personalisasi komunikasi, dan pengelolaan alur penjualan.

Dalam model tradisional, aktivitas tersebut sering membutuhkan kombinasi tenaga penjualan, analis data, dan perangkat lunak terpisah. Platform seperti Clay berupaya menggabungkan berbagai proses tersebut dalam satu sistem yang memanfaatkan data dan agen AI.

Meski demikian, efektivitas otomatisasi penjualan tetap bergantung pada kualitas data, ketepatan hasil riset, integrasi dengan sistem perusahaan, serta kemampuan pengguna memeriksa hasil yang dihasilkan AI.

Fokus Ekspansi Clay Berikutnya

Melalui pendanaan US$115 juta, Clay berencana memperkuat pengembangan mesin pertumbuhan berbasis AI dan memperluas penggunaan agen AI dalam aktivitas penjualan serta pemasaran.

Perusahaan juga menghadapi persaingan dari penyedia perangkat lunak penjualan, platform data pelanggan, dan perusahaan AI yang mengembangkan agen untuk menjalankan tugas bisnis secara otomatis.

Valuasi US$7,1 miliar mencerminkan nilai yang diberikan investor dalam putaran pendanaan tersebut. Nilai itu bukan jaminan terhadap kinerja keuangan masa depan. Perkembangan pendapatan, jumlah pelanggan, penggunaan produk, dan kemampuan Clay mempertahankan pertumbuhan akan menjadi faktor penting dalam perjalanan bisnisnya.

Topik Terkait:#Startup#Teknologi#AI#IPO#AI Cloud#AS#Nvidia#Saham#Bursa#Finance#Clay