QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

OpenAI Diproyeksikan Bakar US$278 Miliar hingga 2030, Bidik Valuasi di Atas US$1,2 Triliun

OpenAI memperkirakan arus kas bebas negatif mencapai US$278 miliar sepanjang 2026–2030 akibat besarnya investasi komputasi dan infrastruktur AI. Di tengah kebutuhan modal tersebut, perusahaan dilaporkan tengah menjajaki pendanaan baru dengan valuasi lebih dari US$1,2 triliun.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Minggu, 20 September 2026 • 15 menit baca
OpenAI Diproyeksikan Bakar US$278 Miliar hingga 2030, Bidik Valuasi di Atas US$1,2 Triliun

OpenAI, perusahaan pengembang ChatGPT, diproyeksikan mengalami arus kas bebas negatif (negative free cash flow) sebesar US$278 miliar atau hampir US$280 miliar sepanjang periode 2026 hingga 2030. Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pendanaan perusahaan untuk membangun kapasitas komputasi dan infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Menurut laporan Financial Times yang dikutip Reuters pada 18 September 2026, proyeksi tersebut tercantum dalam presentasi perusahaan yang disusun terkait kesepakatan komputasi. OpenAI juga diperkirakan mengeluarkan sekitar US$856 miliar untuk komputasi dan infrastruktur hingga akhir 2030.

Pendapatan Diproyeksikan Meningkat hingga US$350 Miliar

Meskipun menghadapi kebutuhan pengeluaran yang besar, OpenAI memproyeksikan pertumbuhan pendapatan yang signifikan dalam lima tahun mendatang.

Perusahaan memperkirakan pendapatan meningkat dari sekitar US$36 miliar pada 2026 menjadi US$350 miliar pada 2030. Secara kumulatif, pendapatan OpenAI selama periode tersebut diproyeksikan mencapai sekitar US$840 miliar.

Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut diperkirakan belum mampu menutup seluruh pengeluaran perusahaan. Investasi besar-besaran dalam kapasitas komputasi dan infrastruktur menjadi faktor utama yang mendorong proyeksi arus kas negatif hingga US$278 miliar.

Angka tersebut merupakan proyeksi keuangan, bukan hasil kerugian aktual yang telah terjadi sepanjang periode 2026–2030.

Pengeluaran Komputasi Mencapai US$856 Miliar

OpenAI membutuhkan kapasitas komputasi dalam jumlah besar untuk melatih dan menjalankan model AI. Infrastruktur tersebut mencakup pusat data, perangkat keras komputasi, serta sumber daya yang dibutuhkan untuk melayani penggunaan produk AI.

Dalam proyeksi internal yang dilaporkan Financial Times, pengeluaran untuk komputasi dan infrastruktur diperkirakan mencapai US$856 miliar hingga 2030.

Besarnya kebutuhan tersebut menggambarkan skala investasi yang diperlukan untuk mengembangkan model AI dan menyediakan layanan kepada pengguna dalam jumlah besar. Pengeluaran komputasi juga berkaitan dengan kerja sama OpenAI bersama sejumlah perusahaan infrastruktur teknologi, termasuk Nvidia, Oracle, dan SoftBank.

OpenAI Jajaki Pendanaan dengan Valuasi di Atas US$1,2 Triliun

Di tengah proyeksi kebutuhan modal yang besar, OpenAI dilaporkan tengah melakukan pembicaraan awal dengan investor untuk memperoleh pendanaan baru.

Putaran pendanaan tersebut berpotensi memberikan valuasi lebih dari US$1,2 triliun. Nilai tersebut merupakan valuasi yang sedang dibicarakan, bukan jumlah dana yang dipastikan akan dihimpun perusahaan.

Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa OpenAI mengumpulkan US$122 miliar pada Maret 2026 dengan valuasi sekitar US$852 miliar. Berdasarkan proyeksi yang dilaporkan, dana tersebut diperkirakan dapat habis pada 2028 apabila perusahaan terus menjalankan rencana investasi infrastrukturnya.

Belum ada konfirmasi resmi mengenai nilai akhir, struktur, maupun waktu penyelesaian pendanaan baru tersebut.

Rencana IPO Belum Terlaksana pada 2026

OpenAI sebelumnya telah mengajukan dokumen pendaftaran IPO secara rahasia pada Juni 2026. Namun, CEO OpenAI Sam Altman menyatakan bahwa perusahaan tidak akan melaksanakan penawaran umum perdana saham pada 2026.

Keputusan tersebut disampaikan di tengah pembahasan mengenai risiko AI dan kesiapan perusahaan untuk memasuki pasar saham. Pendanaan tambahan dapat memberikan fleksibilitas bagi OpenAI dalam membiayai ekspansi sebelum melanjutkan rencana IPO.

Meski demikian, waktu pelaksanaan IPO dan keputusan terkait pendanaan baru masih dapat berubah bergantung pada kondisi pasar, kebutuhan modal, serta strategi perusahaan.

Kebutuhan Modal Menjadi Tantangan bagi OpenAI

Proyeksi arus kas negatif sebesar US$278 miliar memperlihatkan tantangan finansial yang dihadapi OpenAI dalam mengembangkan AI berskala besar.

Perusahaan perlu meningkatkan pendapatan sekaligus mengelola biaya komputasi, infrastruktur, penelitian, dan pengembangan produk. Pertumbuhan pendapatan yang tinggi tidak secara otomatis menghasilkan keuntungan apabila pengeluaran meningkat lebih cepat.

Bagi investor, proyeksi tersebut dapat menjadi dasar untuk menilai kebutuhan pendanaan dan strategi ekspansi OpenAI. Namun, angka yang tercantum dalam presentasi internal tetap merupakan perkiraan, sehingga realisasi pendapatan, biaya, dan arus kas perusahaan hingga 2030 dapat berbeda dari proyeksi saat ini.

Topik Terkait:#Startup#Teknologi#AI#IPO#AI Cloud#AS#Nvidia#Saham#Bursa#Finance#Open AI#ChatGPT#IPO