QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

Nvidia Sepakat Akuisisi Hugging Face Senilai US$12,9 Miliar, Perkuat Ekosistem AI Open Source

Nvidia sepakat mengakuisisi Hugging Face, platform pengembangan dan berbagi model kecerdasan buatan (AI) open source, dengan nilai transaksi mencapai US$12,93 miliar atau sekitar Rp [sesuaikan kurs] triliun.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Sabtu, 19 September 2026 • 10 menit baca
Nvidia Sepakat Akuisisi Hugging Face Senilai US$12,9 Miliar, Perkuat Ekosistem AI Open Source

Kesepakatan tersebut diumumkan Nvidia pada 3 September 2026. Berdasarkan dokumen yang diajukan Nvidia kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat (SEC), nilai pembelian yang dibayarkan kepada pemegang saham Hugging Face mencapai sekitar US$11,9 miliar. Nvidia juga menyiapkan program retensi berbasis saham hingga sekitar US$1 miliar bagi karyawan Hugging Face yang bergabung dengan Nvidia.

Transaksi ini belum sepenuhnya rampung. Nvidia memperkirakan akuisisi akan selesai pada paruh pertama 2027, dengan syarat seluruh ketentuan penutupan terpenuhi, termasuk persetujuan regulator yang diperlukan.

Perkuat Ekosistem AI Terbuka

Hugging Face dikenal sebagai salah satu platform utama bagi pengembang, peneliti, dan perusahaan untuk menemukan, membagikan, menyesuaikan, serta menjalankan model AI.

Nvidia menyebut lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator menggunakan Hugging Face. Platform tersebut menampung lebih dari 3 juta model, 500.000 dataset, dan 1 juta aplikasi AI. Selain itu, lebih dari 200.000 perusahaan menggunakan Hugging Face untuk menemukan, mengevaluasi, menyesuaikan, dan menerapkan teknologi AI.

Akuisisi ini menjadi bagian dari langkah Nvidia memperluas bisnisnya dari perusahaan pembuat chip dan perangkat keras AI menjadi pemain yang lebih besar dalam ekosistem pengembangan AI.

Reuters mencatat bahwa Hugging Face memberikan Nvidia akses lebih jauh ke komunitas pengembang AI open source, di tengah meningkatnya penggunaan model dengan bobot terbuka sebagai alternatif terhadap layanan AI proprietari dari perusahaan seperti OpenAI dan Anthropic.

Hugging Face Tetap Terbuka

Meski berada di bawah Nvidia, Hugging Face disebut akan tetap beroperasi sebagai platform terbuka.

CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan pengembang tetap dapat memilih model, framework, layanan cloud, penyedia inference, serta platform komputasi yang mereka gunakan. Nvidia juga menyatakan bahwa penggunaan komputasi Nvidia tidak akan menjadi syarat untuk membangun atau menerapkan model melalui Hugging Face.

Komitmen tersebut juga tercantum dalam dokumen Nvidia kepada SEC. Perusahaan menyatakan Hugging Face akan tetap memungkinkan pembuat model, pengembang, dan pengguna untuk mengunggah serta mengunduh model dan dataset pilihan mereka, sekaligus tetap mendukung vendor chip atau silikon lainnya.

Hal tersebut menjadi poin penting karena Nvidia merupakan salah satu pemain dominan dalam perangkat keras komputasi AI. Dengan menguasai platform yang digunakan untuk mengembangkan dan mendistribusikan model AI, Nvidia akan memiliki posisi yang lebih kuat di sisi perangkat lunak dan komunitas pengembang.

Nvidia Perluas Peran di Luar Chip

Selama ledakan AI generatif, Nvidia menjadi salah satu perusahaan paling penting dalam penyediaan GPU yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI.

Namun, perusahaan juga semakin aktif membangun ekosistem perangkat lunak dan berinvestasi pada perusahaan AI. Akuisisi Hugging Face memperluas langkah tersebut dengan membawa platform yang berada langsung di tengah komunitas pengembang AI ke dalam ekosistem Nvidia.

Nvidia sendiri menyebut telah merilis lebih dari 500 model dan 250 dataset terbuka melalui Hugging Face. Perusahaan melihat model terbuka sebagai salah satu bagian penting dalam memperluas penggunaan AI.

Bagi Hugging Face, akuisisi ini juga memberikan akses terhadap sumber daya Nvidia untuk memperbesar infrastruktur platformnya. Jensen Huang mengatakan transaksi tersebut akan digunakan untuk memperluas skala platform, memperkuat infrastrukturnya, dan memperluas akses AI bagi pengembang serta institusi di seluruh dunia.

Hugging Face didirikan pada 2016 dan sebelumnya telah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$395 juta. Putaran pendanaan terakhirnya pada 2023 membuat valuasi perusahaan mencapai sekitar US$4,5 miliar, dengan investor yang mencakup Salesforce Ventures, Google, Amazon, IBM, dan Nvidia.

Dengan nilai transaksi hampir tiga kali lipat dari valuasi terakhir tersebut, kesepakatan Nvidia menunjukkan semakin besarnya nilai strategis platform yang menjadi infrastruktur bagi komunitas AI open source.

Meski demikian, transaksi senilai US$12,93 miliar tersebut masih menunggu proses regulator dan belum dapat dianggap sebagai akuisisi yang telah selesai. Jika seluruh persyaratan terpenuhi, Nvidia menargetkan penyelesaian transaksi pada paruh pertama 2027.

Topik Terkait:#Teknologi#Nvidia#Chip#Hugging Face#AI#Akuisisi#Open Source