Nscale mengumumkan pada 18 September 2026 bahwa perusahaan telah mengajukan registration statement Form S-1 kepada Securities and Exchange Commission (SEC) untuk penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).
Perusahaan berencana mencatatkan sahamnya di New York Stock Exchange (NYSE) dengan kode saham NSCL. Jumlah saham yang akan ditawarkan serta kisaran harga penawaran belum ditentukan.
Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Morgan Stanley akan menjadi penjamin emisi utama IPO tersebut.
Pendanaan Nvidia Berubah dari Rencana Awal
Langkah menuju IPO ini sebelumnya didahului pembicaraan mengenai pendanaan sekitar US$3,5 miliar.
Pada awal September, Reuters melaporkan Nscale sedang mencari sekitar US$3,5 miliar dalam pendanaan pra-IPO. Rencana tersebut terdiri dari hingga US$1,5 miliar melalui convertible notes dan sekitar US$2 miliar investasi dari Nvidia. Pada saat itu, pembicaraan masih berlangsung sehingga struktur dan nilai akhirnya dapat berubah.
Perkembangan berikutnya menunjukkan angka tersebut berubah.
Menurut Reuters, Nscale kemudian mengamankan US$3,1 miliar convertible bond, dengan Nvidia menyumbang US$1 miliar. Pendanaan tersebut menjadi bagian dari persiapan perusahaan menuju pasar saham publik.
Dengan demikian, angka US$2 miliar dari Nvidia yang sebelumnya dilaporkan sebaiknya dipandang sebagai rencana pendanaan, bukan investasi final yang telah terealisasi.
Valuasi Nscale Mengalami Kenaikan
Nscale terakhir mengumumkan pendanaan ekuitas US$2 miliar pada Maret 2026 melalui putaran Series C. Pendanaan tersebut membuat valuasi perusahaan mencapai US$14,6 miliar. Nvidia termasuk salah satu investor dalam putaran tersebut.
Dalam dokumen IPO terbarunya, Reuters melaporkan Nscale membidik valuasi sekitar US$30 miliar dalam pencatatan sahamnya. The Financial Times menyebut target tersebut dapat mencapai hingga US$35 miliar. Namun, valuasi final tetap akan bergantung pada harga dan struktur penawaran saham ketika IPO ditetapkan.
Kenaikan valuasi tersebut mencerminkan pertumbuhan cepat bisnis infrastruktur AI yang menjadi fokus Nscale.
Pendapatan Melonjak, tetapi Kerugian Juga Besar
Dalam dokumen IPO, Nscale melaporkan pendapatan sebesar US$140,6 juta pada paruh pertama 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 1.252 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut berjalan bersamaan dengan kerugian yang besar.
Nscale mencatat kerugian bersih sekitar US$1,02 miliar pada enam bulan pertama 2026, naik dari kerugian US$368,9 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Reuters menyebut sebagian besar kerugian tersebut berkaitan dengan beban nonkas.
Kondisi ini memperlihatkan karakter bisnis infrastruktur AI yang membutuhkan investasi besar untuk membangun data center, memperoleh GPU, menyediakan kapasitas listrik, serta mengembangkan jaringan dan perangkat lunak.
Kontrak AI Capai Lebih dari US$100 Miliar
Nscale menyediakan infrastruktur komputasi AI yang mencakup GPU, data center, energi, jaringan, serta perangkat lunak untuk menjalankan beban kerja AI dalam skala besar.
Reuters melaporkan Nscale memiliki total kontrak aktif dan yang telah dikontrak senilai lebih dari US$103 miliar. Namun, angka tersebut tidak sama dengan pendapatan yang sudah diterima perusahaan.
Kontrak tersebut merupakan nilai kesepakatan pelanggan untuk penggunaan infrastruktur dalam jangka waktu tertentu. Karena itu, angka US$103 miliar tidak boleh diperlakukan sebagai pendapatan atau omzet aktual Nscale.
Salah satu kontrak terbesar Nscale adalah kesepakatan dengan Anthropic senilai sekitar US$45 miliar untuk penyediaan kapasitas komputasi AI selama enam tahun di fasilitas data center Nscale di West Virginia.
Nscale juga mengoperasikan infrastruktur di berbagai wilayah. Perusahaan mengatakan memiliki pipeline kapasitas listrik sekitar 10 gigawatt, yang digunakan untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI.
Nvidia Punya Posisi Strategis
Keterlibatan Nvidia menjadi salah satu aspek penting dalam perkembangan Nscale.
Selain menjadi investor, Nvidia juga merupakan pemasok utama GPU yang digunakan untuk menjalankan infrastruktur komputasi AI. Investasi US$1 miliar dalam pendanaan terbaru semakin memperkuat hubungan kedua perusahaan.
Nscale juga menjadi bagian dari jaringan perusahaan infrastruktur AI yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan komputasi untuk model generatif, AI agent, dan aplikasi AI lainnya.
Perusahaan menghadapi persaingan dari penyedia infrastruktur seperti CoreWeave, Nebius, Crusoe, dan Lambda.
Di tengah persaingan tersebut, Nscale mencoba membangun model bisnis yang terintegrasi, mulai dari penyediaan lahan dan energi hingga GPU dan perangkat lunak.
IPO Jadi Langkah Berikutnya
Dengan pengajuan Form S-1, Nscale memasuki tahap formal menuju pasar saham Amerika Serikat. Namun, pengajuan tersebut belum berarti IPO telah selesai.
Perusahaan belum menentukan jumlah saham yang akan ditawarkan maupun kisaran harga penawarannya. Informasi tersebut akan ditetapkan dalam tahapan berikutnya sebelum saham mulai diperdagangkan di NYSE.
Bagi Nscale, IPO akan menjadi sumber pendanaan baru untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI. Bagi pasar, pencatatan saham tersebut juga akan memberikan gambaran yang lebih terbuka mengenai kondisi keuangan perusahaan yang bergerak di sektor komputasi AI, termasuk besarnya kebutuhan modal dan biaya yang diperlukan untuk memenuhi pertumbuhan permintaan.
Dengan pendapatan yang meningkat pesat tetapi masih mencatat kerugian lebih dari US$1 miliar dalam enam bulan, Nscale akan memasuki pasar publik dengan bisnis yang tumbuh cepat sekaligus membutuhkan investasi infrastruktur dalam skala besar.
