QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

Google Perluas Fitur AI di Paket Berlangganannya

Google memperluas kemampuan AI di layanan berlangganannya, mulai dari Gmail dan Docs hingga Sheets, Chrome, dan Gemini Spark. Sejumlah fitur baru memungkinkan AI tidak hanya membantu pengguna, tetapi juga menjalankan tugas secara lebih mandiri.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Sabtu, 19 September 2026 • 12 menit baca
Google Perluas Fitur AI di Paket Berlangganannya

Google terus memperluas fungsi kecerdasan buatan (AI) dalam paket berlangganan Google AI. Perusahaan menambahkan sejumlah fitur baru yang menghubungkan Gemini dengan berbagai layanan Google, termasuk Gmail, Docs, Keep, Sheets, Chrome, dan Google Photos.

Pembaruan tersebut diumumkan Google pada September 2026 sebagai bagian dari pengembangan paket Google AI Plus, Pro, dan Ultra. Google mengatakan fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna menyelesaikan pekerjaan, mengelola informasi, hingga menangani tugas yang sebelumnya harus dilakukan secara manual.

AI mulai masuk ke aplikasi kerja Google

Salah satu pembaruan memungkinkan pengguna memanfaatkan suara di Gmail, Docs, dan Keep.

Di Gmail dan Keep, fitur tersebut dapat digunakan untuk membuat draf, mencari informasi di kotak masuk, atau mencatat ide dengan suara. Sementara di Google Docs, kemampuan serupa tersedia bagi pelanggan AI Pro dan Ultra.

Google juga memperkenalkan kemampuan baru di Sheets. Dengan Sheets Canvas, pengguna dapat memberikan instruksi melalui prompt untuk mengubah spreadsheet menjadi semacam aplikasi mini interaktif.

Fitur tersebut ditujukan untuk pengguna yang ingin mengolah data atau membuat alat sederhana tanpa harus membangun semuanya secara manual dari awal.

Di Google Workspace, pelanggan AI Pro dan Ultra juga mendapatkan akses ke Google Pics, yang dapat membantu membuat poster, konten media sosial, serta mengedit ilustrasi digital.

Gemini Spark makin terhubung dengan layanan Google

Perubahan yang lebih besar terlihat pada Gemini Spark, agen AI pribadi Google.

Spark dirancang untuk bekerja di belakang layar dan membantu pengguna menjalankan tugas-tugas kompleks. Pada pembaruan terbaru, Google menghubungkan Spark dengan Chrome dan Google Photos.

Dengan integrasi Chrome, Spark dapat menangani sejumlah pekerjaan di web atas izin pengguna. Google sebelumnya memberi contoh seperti mencari pilihan penerbangan atau membantu mengatur jadwal kunjungan apartemen menggunakan akun yang sudah login. Untuk tindakan sensitif seperti pembayaran, sistem tetap menyerahkan kendali kepada pengguna.

Pada September, Google juga mengatakan Spark dapat digunakan untuk menangani pekerjaan web, mengedit foto, dan mengatur album melalui integrasi dengan layanan Google. Fitur tersebut saat ini tersedia bagi pelanggan AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat untuk kemampuan tertentu.

Di Indonesia, Google telah memperkenalkan Gemini Spark sebagai agen AI pribadi yang dapat bekerja di belakang layar selama 24 jam sesuai arahan pengguna. Google menyebut Spark dapat terus bekerja meskipun laptop tertutup atau ponsel terkunci.

Paket berlangganan makin menjadi pintu masuk AI

Google juga terus memperluas perbedaan antara pengguna gratis dan pelanggan paket AI berbayar.

Pada Google I/O 2026, perusahaan memperkenalkan Google AI Ultra seharga US$100 per bulan dan menurunkan harga paket Ultra tertinggi dari US$250 menjadi US$200 per bulan. Paket tersebut menawarkan batas penggunaan lebih tinggi, penyimpanan cloud hingga 20 TB, serta akses ke sejumlah fitur AI terbaru.

Sementara itu, Google AI Pro dan Ultra memberikan akses terhadap model serta fitur dengan batas penggunaan lebih tinggi dibandingkan pengguna non-subscriber.

Google juga memperkenalkan sistem batas penggunaan yang mempertimbangkan kebutuhan komputasi. Prompt sederhana menggunakan lebih sedikit kapasitas dibandingkan tugas kompleks seperti pembuatan video atau pekerjaan coding.

Google mendorong AI dari chatbot menjadi agen

Perluasan fitur tersebut menunjukkan arah pengembangan AI Google yang semakin berorientasi pada agentic AI.

Dalam pendekatan ini, AI tidak hanya memberikan jawaban berdasarkan permintaan pengguna, tetapi juga dapat melakukan serangkaian tindakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Google Spark merupakan salah satu contoh pendekatan tersebut. Google menggambarkannya sebagai agen pribadi yang dapat bekerja di berbagai layanan dan menjalankan tugas atas arahan pengguna. Perusahaan juga menekankan bahwa pengguna tetap memiliki kendali dan Spark dirancang untuk meminta persetujuan sebelum melakukan tindakan penting.

Perkembangan ini membuat layanan berlangganan AI tidak lagi hanya menawarkan akses terhadap model yang lebih canggih. Nilai yang ditawarkan mulai bergeser ke akses terhadap ekosistem AI yang dapat terhubung dengan aplikasi dan data pengguna.

Dengan kata lain, Google tidak hanya menjual akses ke Gemini. Perusahaan juga berupaya menjadikan Gemini sebagai lapisan AI yang bekerja di berbagai produk Google yang sudah digunakan sehari-hari.

Bagi pengguna, perubahan tersebut berarti semakin banyak pekerjaan yang dapat didelegasikan kepada AI. Bagi Google, integrasi tersebut memperkuat posisi layanan berlangganan AI sebagai pintu masuk ke berbagai kemampuan baru yang terus dikembangkan perusahaan.

Topik Terkait:#Teknologi#Indonesia#AI