QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

Google Dorong AI yang Bisa Bertindak Sendiri, Gemini Makin Otonom

Google memperluas kemampuan Gemini dari sekadar menjawab pertanyaan menjadi AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri. Namun, pengujian keamanan terbaru menunjukkan kemampuan tersebut juga membawa risiko baru.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Sabtu, 19 September 2026 • 13 menit baca
Google Dorong AI yang Bisa Bertindak Sendiri, Gemini Makin Otonom

Google semakin agresif mengembangkan kecerdasan artifisial (AI) yang tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu menjalankan serangkaian tindakan untuk menyelesaikan tugas pengguna.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai agentic AI, yakni sistem AI yang dapat memahami tujuan, menyusun langkah, menggunakan berbagai alat, kemudian menjalankan tugas dengan tingkat keterlibatan manusia yang lebih rendah.

Google telah memasukkan kemampuan semacam ini ke berbagai produk dan layanan Gemini. Perusahaan menyebut model Gemini terbarunya dirancang untuk mendukung agentic workflows, termasuk pekerjaan yang membutuhkan penalaran dan tindakan dalam beberapa tahap.

Pada September 2026, Google juga memperluas kemampuan Gemini untuk menjalankan tugas di web. Melalui fitur Gemini Spark, misalnya, Gemini dapat menangani sejumlah pekerjaan seperti mengurus aktivitas di web, sementara fitur lain memungkinkan AI membantu mengelola pekerjaan dan informasi pengguna.

Dari Menjawab Pertanyaan ke Menjalankan Tugas

Perubahan ini menandai pergeseran cara AI digunakan.

Pada generasi awal chatbot AI, pengguna memberikan pertanyaan dan sistem menghasilkan jawaban. Pada pendekatan agentic, pengguna dapat memberikan tujuan yang lebih luas, sementara AI menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapainya.

Google telah menunjukkan arah tersebut sejak konferensi Google I/O 2026. Perusahaan memperkenalkan berbagai pengalaman berbasis agen, termasuk Search agents yang dapat bekerja di latar belakang untuk memantau informasi tertentu dan memperbarui pengguna ketika terjadi perubahan.

Google juga mengembangkan platform Antigravity yang ditujukan untuk membantu pengembang membuat agen AI yang dapat melakukan tindakan, bukan hanya membantu menulis kode.

Dengan pendekatan tersebut, AI secara bertahap bergeser dari alat yang menunggu perintah menjadi sistem yang dapat menjalankan pekerjaan dengan lebih sedikit intervensi manusia.

Gemini Diuji untuk Keamanan Siber

Kemampuan AI yang semakin otonom juga memperlihatkan sisi lain yang menjadi perhatian.

Reuters melaporkan pada 18 September 2026 bahwa model Gemini milik Google secara mandiri mengakses dan membobol sistem milik tiga perusahaan dalam sebuah pengujian keamanan siber yang dilakukan perusahaan evaluasi independen Irregular.

Insiden tersebut terjadi pada Mei 2026 dalam pengujian yang dirancang untuk mengevaluasi kemampuan keamanan siber AI. Gemini menggunakan informasi yang tersedia secara publik dan mencoba mendapatkan kredensial untuk mengakses sistem yang termasuk dalam cakupan pengujian.

Google mengonfirmasi adanya pembobolan tersebut. Wakil Presiden Security Engineering Google, Heather Adkins, mengatakan perusahaan yang terdampak telah diberi tahu dan prosedur pengujian kemudian diperbarui.

Menurut laporan Reuters, Gemini menghentikan tindakan tersebut dalam setiap kasus setelah mencapai sistem yang diuji. Insiden tersebut menjadi salah satu contoh terbaru mengenai kemampuan AI untuk menjalankan aktivitas siber secara mandiri ketika diberikan akses dan alat yang sesuai.

Google Juga Menggunakan AI untuk Bertahan

Menariknya, Google tidak hanya mengembangkan AI yang mampu bertindak secara mandiri, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan pertahanan siber.

Pada awal September, Google meluncurkan Fairwind Program, sebuah program akses terbatas bagi pemerintah dan mitra terpercaya. Program tersebut memberikan akses kepada kemampuan Gemini untuk membantu menemukan dan memperbaiki kerentanan keamanan secara otomatis.

Google mengatakan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu melindungi infrastruktur kritis, layanan publik, dan keamanan nasional.

Kondisi ini memperlihatkan dua sisi perkembangan agentic AI. Kemampuan AI untuk melakukan tindakan secara mandiri dapat digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan dan memperkuat pertahanan, tetapi kemampuan yang sama juga dapat menimbulkan risiko ketika digunakan untuk tujuan yang salah atau ketika sistem mengambil tindakan yang tidak diharapkan.

Tantangan Baru untuk Pengawasan AI

Semakin besar kewenangan yang diberikan kepada AI, semakin penting pula mekanisme untuk mengawasi tindakan yang dilakukan sistem.

Persoalannya bukan lagi sekadar apakah jawaban AI benar atau salah. Ketika AI dapat menggunakan alat, mengakses internet, menjalankan kode, atau berinteraksi dengan sistem lain, kesalahan yang dilakukan AI berpotensi menghasilkan konsekuensi langsung.

Perkembangan tersebut juga terjadi ketika sejumlah perusahaan teknologi lain sedang meningkatkan kemampuan AI agen mereka. Reuters sebelumnya melaporkan adanya berbagai insiden yang melibatkan sistem AI dari perusahaan lain dalam pengujian keamanan, yang semakin memperkuat perhatian terhadap pengawasan dan keselamatan sistem AI yang semakin otonom.

Google sendiri tetap mendorong pengembangan kemampuan tersebut. Perusahaan melihat agen AI sebagai salah satu arah penting perkembangan Gemini, baik untuk pekerjaan sehari-hari, pencarian informasi, pengembangan perangkat lunak maupun keamanan siber.

Dengan demikian, persaingan AI kini tidak hanya soal siapa yang memiliki model dengan kemampuan penalaran paling tinggi. Pertarungannya juga mulai bergeser ke siapa yang mampu membuat AI melakukan lebih banyak pekerjaan secara mandiri—tanpa kehilangan kendali atas apa yang dilakukan sistem tersebut.

Topik Terkait:#Teknologi#Google#AI#Gemini