QUERYINDOQUERYINDO← Kembali ke Beranda

Cognition Raih Lebih dari US$2 Miliar, Valuasi Startup Pembuat Devin Tembus US$48 Miliar

Startup kecerdasan buatan (AI) Cognition mengantongi pendanaan lebih dari US$2 miliar dalam putaran Series E. Pendanaan tersebut membuat valuasi perusahaan yang mengembangkan agen AI coding Devin mencapai US$48 miliar.

Rijal Umami
Rijal Umami
Pemimpin Redaksi & Penanggung Jawab • Sabtu, 19 September 2026 • 12 menit baca
Cognition Raih Lebih dari US$2 Miliar, Valuasi Startup Pembuat Devin Tembus US$48 Miliar

Cognition mengumumkan pendanaan tersebut pada 8 September 2026. Putaran ini dipimpin investor baru Andreessen Horowitz dan Accel, dengan Founders Fund, General Catalyst, serta Avenir yang kembali berpartisipasi sebagai investor lama. Sejumlah investor lain juga ikut dalam putaran tersebut, termasuk Benchmark, Bessemer, Kleiner Perkins, Greylock, Lightspeed, dan Nvidia.

Valuasi US$48 miliar tersebut hampir dua kali lipat dibanding valuasi Cognition pada putaran pendanaan sebelumnya. Pada Mei 2026, perusahaan menggalang lebih dari US$1 miliar dengan valuasi US$26 miliar.

Artinya, hanya dalam waktu sekitar empat bulan, valuasi Cognition meningkat sekitar 85 persen.

Pendapatan Berjalan Hampir US$900 Juta

Kenaikan valuasi Cognition datang seiring pertumbuhan pendapatan yang juga dilaporkan perusahaan.

Cognition mengatakan annualized run-rate revenue atau pendapatan tahunan yang diproyeksikan berdasarkan laju pendapatan saat ini meningkat dari US$492 juta pada Mei menjadi hampir US$900 juta pada saat pengumuman pendanaan terbaru. Angka tersebut merupakan metrik run-rate yang dilaporkan perusahaan, bukan pendapatan tahunan yang telah diaudit.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya penggunaan produk Cognition di kalangan perusahaan.

Devin, produk utama Cognition, merupakan agen AI yang dirancang untuk menangani pekerjaan rekayasa perangkat lunak. Berbeda dari asisten coding yang umumnya memberikan potongan kode berdasarkan instruksi pengguna, Devin dirancang untuk menjalankan pekerjaan secara lebih menyeluruh, mulai dari merencanakan tugas, menulis dan menguji kode, melakukan debugging, hingga membantu proses deployment dalam lingkungan kerja yang terisolasi.

Devin Mulai Digunakan Perusahaan Besar

Cognition mengatakan Devin telah digunakan oleh perusahaan dari berbagai industri.

Beberapa pelanggan yang disebut perusahaan antara lain Mercedes-Benz, NASA, Goldman Sachs, Citi, dan GE Aerospace. Devin digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk pekerjaan pengembangan perangkat lunak dan tugas rekayasa yang membutuhkan otomatisasi.

Cognition juga mengembangkan fitur yang memungkinkan Devin menangani pekerjaan secara lebih otomatis. Salah satunya adalah Auto-Triage untuk membantu investigasi insiden, sementara Security Swarm ditujukan untuk menemukan kerentanan dalam perangkat lunak. Perusahaan juga menyediakan fitur Automations yang dapat memicu pekerjaan berdasarkan aktivitas di layanan seperti Slack, GitHub, dan Linear.

Langkah tersebut menunjukkan pergeseran penggunaan AI coding dari sekadar membantu programmer menulis kode menuju agen yang dapat menangani rangkaian pekerjaan rekayasa perangkat lunak dengan tingkat otomatisasi lebih tinggi.

Persaingan AI Coding Makin Ketat

Lonjakan valuasi Cognition terjadi ketika pasar AI coding semakin ramai dengan perusahaan yang mengembangkan produk serupa.

Salah satu pesaingnya adalah Cursor, asisten coding yang sebelumnya juga mengalami pertumbuhan pesat. TechCrunch mencatat Cursor sempat membahas pendanaan dengan valuasi US$50 miliar sebelum akhirnya dijual kepada SpaceX dengan nilai US$60 miliar pada April 2026.

Cognition sendiri kini berusaha memperkuat teknologi internalnya. Perusahaan disebut sedang mengembangkan model AI sendiri dengan memanfaatkan teknologi open source. Langkah tersebut dapat mengurangi ketergantungan pada model pihak ketiga seperti OpenAI dan Anthropic sekaligus berpotensi menekan biaya operasional.

Namun, menjalankan agen AI dalam skala besar juga membutuhkan kapasitas komputasi yang sangat besar. TechCrunch melaporkan Cognition menyewa klaster server Nvidia yang biaya tahunannya mencapai ratusan juta dolar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis AI coding tidak hanya bergantung pada permintaan pelanggan, tetapi juga pada biaya komputasi yang diperlukan untuk menjalankan layanan tersebut.

Cognition Targetkan Ekspansi Lebih Lanjut

Cognition didirikan pada 2024 oleh Scott Wu dan berkembang dengan fokus pada agen AI untuk pekerjaan rekayasa perangkat lunak.

Setelah pendanaan terbaru, perusahaan memiliki ruang lebih besar untuk memperluas pengembangan Devin, infrastruktur komputasi, serta ekspansi bisnisnya.

Cognition juga telah memperluas kehadiran global dengan membuka kantor di Washington, D.C., Tokyo, Singapura, London, São Paulo, dan Madrid, selain lokasi yang sudah ada di San Francisco, New York, dan Austin.

Bagi industri AI, pendanaan terbaru Cognition memperlihatkan besarnya modal yang masih mengalir ke perusahaan yang mengembangkan AI untuk pekerjaan spesifik. Dalam kasus Cognition, investor memberikan valuasi US$48 miliar pada perusahaan yang fokus pada otomatisasi rekayasa perangkat lunak, di tengah persaingan yang semakin ketat di pasar AI coding.

Dengan pendapatan yang dilaporkan hampir mencapai US$900 juta secara annualized run rate, Cognition kini memasuki fase baru untuk membuktikan apakah pertumbuhan penggunaan Devin dapat terus dipertahankan seiring meningkatnya kebutuhan komputasi dan persaingan dengan berbagai produk AI coding lainnya.

Topik Terkait:#Teknologi#Indonesia#AI