ByteDance, perusahaan induk TikTok, memisahkan unit riset kecerdasan buatan (AI) untuk penemuan obat bernama Anew Labs dan mengantarkan perusahaan tersebut meraih pendanaan sebesar US$290 juta. Pendanaan ini menjadi putaran investasi eksternal pertama Anew Labs sejak berdiri sebagai perusahaan terpisah.
Berdasarkan laporan Reuters pada 16 September 2026, pendanaan tersebut membuat valuasi Anew Labs mencapai sekitar US$1,5 miliar. ByteDance tetap mempertahankan kepemilikan saham sebesar 56 persen setelah putaran pendanaan selesai.
Anew Labs Dipisahkan dari ByteDance
Anew Labs berkantor pusat di Shanghai, China, serta memiliki kantor di San Francisco dan Singapura. Perusahaan ini berfokus pada pemanfaatan AI untuk penemuan dan pengembangan obat.
Menurut sumber yang dikutip Reuters, pemisahan Anew Labs dilakukan karena bidang penemuan obat berbasis AI memiliki karakteristik industri dan pendekatan manajemen yang berbeda dari bisnis utama ByteDance sebagai perusahaan teknologi internet.
Dengan status sebagai perusahaan terpisah, Anew Labs dapat mengembangkan bisnisnya dengan dukungan investor eksternal sekaligus mempertahankan hubungan strategis dengan ByteDance sebagai pemegang saham mayoritas.
ByteDance dan sejumlah investor yang terlibat belum memberikan tanggapan langsung terhadap permintaan komentar Reuters ketika laporan tersebut diterbitkan.
Didukung Investor Teknologi dan Modal Ventura
Putaran pendanaan senilai US$290 juta tersebut dipimpin oleh sejumlah perusahaan investasi, termasuk:
HSG, yang sebelumnya dikenal sebagai Sequoia China.
IDG Capital.
GL Ventures, perusahaan modal ventura dari Hillhouse Investment.
5Y Capital, sebagai salah satu investor utama.
Investor lainnya mencakup Gaorong Ventures, Primavera Venture Partners, Boyu Capital, SBP Group, serta Shanghai Future Industries Fund yang didukung pemerintah daerah.
Keterlibatan berbagai investor tersebut menunjukkan adanya pendanaan eksternal untuk pengembangan perusahaan AI yang berfokus pada bidang bioteknologi dan ilmu hayati.
Mengembangkan Teknologi AI untuk Penemuan Obat
Anew Labs mengembangkan sejumlah platform untuk mendukung penelitian biomedis. Teknologi yang dimilikinya mencakup prediksi dan perancangan struktur biomolekul, desain serta optimalisasi antibodi, dan penemuan obat.
Menurut informasi di situs perusahaan yang dikutip Reuters, Anew Labs juga memiliki sejumlah kandidat dalam pipeline pengembangan obat. Pipeline tersebut mencakup satu obat berbasis molekul kecil, satu obat yang menargetkan protein pada permukaan sel manusia, serta dua target obat lain yang belum diungkapkan secara terperinci.
Perusahaan juga mengembangkan model AI untuk prediksi struktur biomolekul, termasuk AnewFold dan Protenix. South China Morning Post melaporkan bahwa Protenix merupakan model sumber terbuka yang dikembangkan untuk mereplikasi kemampuan AlphaFold 3 dalam prediksi biomolekul.
Namun, keberadaan teknologi AI dan kandidat obat dalam tahap penelitian tidak secara otomatis berarti bahwa obat tersebut telah terbukti efektif atau mendapatkan persetujuan untuk digunakan secara klinis.
Persaingan AI Merambah Industri Farmasi
Pemisahan Anew Labs berlangsung ketika perusahaan teknologi dan investor semakin memperluas penggunaan AI ke sektor farmasi dan bioteknologi.
AI dapat digunakan untuk membantu peneliti menganalisis struktur protein, memprediksi interaksi molekul, merancang kandidat obat, dan mengolah data biologis. Meski demikian, kandidat yang dihasilkan melalui pemodelan komputasi tetap membutuhkan pengujian laboratorium serta tahapan praklinis dan klinis sebelum dapat digunakan sebagai obat.
Langkah ByteDance melalui Anew Labs memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi mulai mengembangkan unit khusus untuk bidang penelitian yang membutuhkan investasi jangka panjang, infrastruktur komputasi, dan keahlian biologi.
Dengan pendanaan baru tersebut, Anew Labs memiliki tambahan modal untuk mengembangkan platform AI, memperluas penelitian obat, dan melanjutkan pengembangan pipeline biomedisnya.
