Menurut laporan The Wall Street Journal, penundaan tersebut memungkinkan Anthropic memasukkan kinerja keuangan kuartal ketiga dalam dokumen penawaran sahamnya sebelum proses IPO berlangsung. Langkah itu dapat memberikan calon investor gambaran yang lebih baru mengenai pertumbuhan bisnis perusahaan.
Anthropic diperkirakan dapat membidik valuasi sekitar US$2 triliun dalam IPO tersebut. Namun, angka itu masih merupakan perkiraan dan belum menjadi valuasi resmi karena jumlah saham yang ditawarkan maupun harga penawarannya belum ditetapkan.
Anthropic sendiri telah mengonfirmasi pada Juni bahwa mereka secara rahasia menyerahkan draft dokumen registrasi Form S-1 kepada Securities and Exchange Commission (SEC) untuk rencana IPO. Perusahaan menegaskan saat itu bahwa keputusan untuk melantai di bursa tetap bergantung pada kondisi pasar dan faktor lainnya.
Valuasi Anthropic Sudah Mencapai US$965 Miliar
Target valuasi sekitar US$2 triliun akan menjadi lompatan besar dibandingkan valuasi terakhir Anthropic.
Pada Mei 2026, Anthropic mengumumkan pendanaan Series H senilai US$65 miliar. Putaran tersebut membuat valuasi post-money perusahaan mencapai US$965 miliar.
Dalam waktu kurang dari empat bulan setelah pendanaan tersebut, perusahaan kini mempersiapkan langkah menuju pasar saham publik dengan ekspektasi valuasi yang berpotensi lebih dari dua kali lipat.
Namun, besarnya target tersebut belum menjamin Anthropic akan mendapatkan valuasi US$2 triliun ketika sahamnya benar-benar ditawarkan kepada publik. Nilai akhir akan bergantung pada struktur penawaran, harga saham, kondisi pasar, serta minat investor.
The Wall Street Journal melaporkan bahwa IPO Anthropic berpotensi menghimpun dana hingga US$100 miliar jika perusahaan mencapai skala penawaran dan valuasi yang diperkirakan tersebut.
Pertumbuhan Pendapatan Jadi Modal Utama
Pertumbuhan bisnis Claude menjadi salah satu faktor penting di balik tingginya ekspektasi terhadap IPO Anthropic.
Dalam pengumuman pendanaan Series H pada Mei, Anthropic mengatakan pendapatan run-rate perusahaan telah melewati US$47 miliar pada awal bulan tersebut.
Menurut laporan Financial Times, annualized revenue Anthropic kemudian mencapai sekitar US$65 miliar pada Juli. Perusahaan juga memperkirakan angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar US$120 miliar pada akhir 2026.
Anthropic juga memberi tahu investor bahwa perusahaan memperkirakan dapat mencatat adjusted operating income positif untuk kuartal kedua berturut-turut. Perhitungan tersebut tidak memasukkan kompensasi berbasis saham.
Kondisi tersebut menjadi bagian penting dari persiapan menuju pasar publik karena perusahaan AI selama ini menghadapi pertanyaan mengenai besarnya biaya komputasi dan investasi infrastruktur yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan.
Persaingan dengan OpenAI
Rencana IPO Anthropic berlangsung di tengah persaingan ketat dengan perusahaan AI lain, terutama OpenAI.
Anthropic saat ini memiliki valuasi sekitar US$965 miliar berdasarkan pendanaan Series H. Sementara itu, OpenAI juga sedang membahas pendanaan baru yang dapat membawa valuasinya ke sekitar US$1,2 triliun, meski perusahaan disebut menargetkan valuasi yang lebih tinggi.
OpenAI sendiri belum berencana melakukan IPO dalam waktu dekat dan disebut menargetkan setidaknya 2027 untuk langkah tersebut. Kondisi ini membuat Anthropic berpotensi menjadi salah satu perusahaan AI generasi terbaru yang lebih dahulu memasuki pasar saham publik.
Persaingan kedua perusahaan juga semakin terlihat dari perkembangan model AI masing-masing. Anthropic baru-baru ini memperkenalkan Claude Fable 5.1 dan Mythos 5.1, dengan fokus pada coding, pekerjaan berbasis pengetahuan, serta kemampuan riset.
IPO di Tengah Perubahan Pasar AI
Langkah Anthropic menuju bursa terjadi ketika investor mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap kemampuan perusahaan AI mengubah pertumbuhan pengguna dan pendapatan menjadi bisnis yang berkelanjutan.
Financial Times melaporkan bahwa sebagian investor mempertanyakan apakah pertumbuhan pendapatan Anthropic dapat dipertahankan setelah IPO, terutama karena persaingan dengan OpenAI dan munculnya model AI open source yang semakin murah.
Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan Anthropic tetap menjadi salah satu faktor yang mendukung ekspansi perusahaan.
Anthropic juga terus memperluas bisnis di luar chatbot. Pada September 2026, perusahaan mengungkap kerja sama dengan Accenture untuk membangun kapasitas evaluasi dan red-teaming AI. Anthropic dan Accenture masing-masing berencana menginvestasikan setidaknya US$1 miliar untuk membangun kapasitas tersebut selama lima tahun.
Perusahaan juga tengah memperluas penggunaan AI untuk bidang ilmu hayati dan pengembangan obat. Reuters melaporkan bahwa Anthropic telah membangun laboratorium biologi di kawasan San Francisco Bay Area sebagai bagian dari upaya tersebut.
Dengan target IPO yang kini bergeser ke November, Anthropic memiliki waktu tambahan untuk memasukkan kinerja kuartal ketiga sekaligus mempersiapkan dokumen dan proses penawaran saham.
Jika rencana tersebut berjalan sesuai jadwal, IPO Anthropic akan menjadi salah satu peristiwa terbesar dalam pasar saham teknologi dan menjadi ujian bagi seberapa jauh investor bersedia memberikan valuasi kepada perusahaan AI dengan pertumbuhan sangat cepat namun kebutuhan komputasi yang juga besar.
